SMP Strada Bhakti Wiyata kembali mengharumkan nama sekolah melalui prestasi membanggakan di dua ajang nasional bergengsi. Nefadeandra Jyotika berhasil meraih Terbaik II Bintang Sobat SMP 2026 yang diselenggarakan Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara Priscilla Agatha, Quinn Adelia, dan Darrellio Nathanael sukses melaju ke Grand Final UOB My Digital Space “CODEFEST” 2026 yang diselenggarakan oleh UOB bersama Ruangguru.
Sebelum dinyatakan sebagai pemenang, para finalis dari kedua ajang nasional tersebut terlebih dahulu mengikuti serangkaian tahapan seleksi akhir yang berlangsung secara intensif. Seluruh peserta tidak hanya dinilai berdasarkan hasil karya atau prestasi akademik, tetapi juga melalui proses pembinaan, unjuk kemampuan, presentasi, serta sikap dan karakter yang ditunjukkan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pada ajang Bintang Sobat SMP 2026, para finalis mengikuti pembinaan karakter dan kepemimpinan, pelatihan komunikasi, dinamika kelompok, validasi unjuk bakat, hingga audiensi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian untuk memilih peserta didik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman sebaya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Malam Apresiasi yang menjadi momen pengumuman pemenang, di mana Nefadeandra Jyotika dinobatkan sebagai Terbaik II Bintang Sobat SMP 2026
Semangat yang sama juga ditunjukkan dalam Grand Final CODEFEST 2026. Selama dua hari, Priscilla Agatha, Quinn Adelia, dan Darrellio Nathanael mengikuti hackathon, coaching clinic, seminar, serta mempresentasikan inovasi digital di hadapan dewan juri. Kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi, dan kualitas presentasi menjadi aspek penting dalam penilaian sebelum dewan juri menetapkan para pemenang. Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, Quinn Adelia berhasil meraih Bronze Medal, Darrellio Nathanael memperoleh Honorable Mention, sementara Priscilla Agatha mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus babak Grand Final dan bersaing bersama peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Menghadapi Tantangan
Di balik prestasi yang diraih, para finalis mengakui bahwa setiap tahapan seleksi menghadirkan tantangan tersendiri. Bagi Darrelio Nathanael, tantangan terbesar bukanlah membuat aplikasi, melainkan mempresentasikannya di depan banyak orang.
“Tantangan terbesar saya bukan saat membuat program atau aplikasinya, tetapi ketika harus presentasi di depan banyak orang karena saya memang belum terbiasa. Untungnya, ayah saya banyak membantu memberi semangat dan melatih saya agar lebih percaya diri. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa saya harus lebih sering berlatih berbicara di depan umum dan selalu memberikan usaha terbaik dalam setiap hal yang saya lakukan,” ungkap Darrelio.
Sementara itu, Nefadeandra Jyotika menilai bahwa seluruh rangkaian seleksi Bintang Sobat SMP merupakan tantangan karena setiap aktivitas menjadi bagian dari proses penilaian. Namun, baginya, BSS Championship menjadi tahapan yang paling menguras persiapan.
“Menurut saya, seluruh rangkaian final sangat menantang karena penilaian dilakukan setiap saat. Namun, yang paling menantang adalah BSS Championship. Selama liburan saya memanfaatkan waktu setiap hari untuk mempelajari materi, melatih kemampuan public speaking, dan berlatih menari agar bisa memberikan penampilan terbaik,” tutur Nefadeandra.

Pengalaman yang Paling Berkesan
Selain mengasah kemampuan, rangkaian pembinaan juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para peserta.
Bagi Nefadeandra Jyotika, kebersamaan dengan para finalis dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang paling berharga.
“Semua kegiatan sangat berkesan. Rasanya tiga hari berlalu begitu cepat bersama teman-teman Bintang Sobat SMP. Kami saling berbagi cerita, bercanda, bernyanyi bersama, dan belajar banyak hal baru satu sama lain. Parade budaya, olahraga pagi, BSS Championship, workshop, field trip, hingga malam apresiasi semuanya meninggalkan kesan tersendiri. Yang paling tidak terlupakan adalah suasana malam apresiasi. Euforia dan semangat yang kami rasakan bersama benar-benar luar biasa,” kenangnya.
Hal senada juga dirasakan Priscilla Agatha. Baginya, kesempatan mempresentasikan inovasi digital di hadapan dewan juri sekaligus berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang sangat berharga.
“Pengalaman yang paling berharga bagi saya adalah ketika harus mempresentasikan aplikasi di depan para juri yang sangat berpengalaman. Selama kegiatan saya juga belajar beradaptasi dan bergaul dengan peserta lain. Saat hackathon, saya terus berpikir fitur apa yang bisa ditambahkan dan bagaimana menyusun code block agar aplikasi menjadi lebih baik. Semua proses itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Priscilla.

Pesan untuk Generasi Berprestasi
Keberhasilan yang diraih tidak membuat para finalis berhenti belajar. Mereka justru ingin mengajak teman-teman di SMP Strada Bhakti Wiyata agar terus berani mencoba dan mengembangkan potensi diri.
Dengan penuh rasa syukur, Nefadeandra Jyotika mengajak seluruh peserta didik untuk tidak takut menghadapi tantangan baru.
“Saya sangat bersyukur bisa menerima penghargaan ini. Untuk teman-teman yang hebat, jangan takut mencoba hal-hal baru. Saya punya motto, ‘Lebih baik maju perlahan daripada berhenti.’ Tetap semangat, saya tunggu karya-karya hebat dari kalian semua,” pesannya.
Sementara itu, Quinn Adelia, peraih Bronze Medal CODEFEST 2026, mengingatkan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman merupakan langkah awal menuju prestasi.
“Jangan takut mencoba hal-hal baru di luar zona nyaman. Kalau belum dicoba, kita tidak akan pernah tahu apakah itu sulit atau tidak. Awalnya saya juga terkejut mendapat kesempatan ini karena sebenarnya bukan bidang yang paling saya minati. Namun, saya memilih untuk selalu memberikan yang terbaik dalam apa pun yang saya lakukan. Kalaupun belum berhasil menjadi juara, saya tetap bangga karena sudah berani mencoba dan memberikan versi terbaik dari diri saya di luar comfort zone,” ungkap Quinn.
Keberhasilan pada kedua kompetisi tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik SMP Strada Bhakti Wiyata tidak hanya unggul dalam karakter, kepemimpinan, dan komunikasi, tetapi juga mampu menunjukkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis di bidang teknologi. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para siswa, pendampingan guru, dukungan orang tua, serta penyertaan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional maupun internasional. (CN)
Anak2 hebat. Teruslah berprestasi 💪🏻