SMP Strada Bhakti Wiyata baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan kokurikuler khusus untuk siswa kelas IX yang mengusung tema “Aku di Masa Depan”. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari (14 – 18 September 2026) di kelas dan di aula sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk membantu para siswa mengenali potensi diri, memetakan minat karier, serta mempersiapkan mental dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Melalui rangkaian acara ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa kelas IX dapat memiliki gambaran yang jelas dan terarah mengenai cita-cita serta kontribusi yang ingin mereka berikan kepada masyarakat di masa depan.
Hari pertama kegiatan kokurikuler diisi dengan mengenalkan tujuan tema serta membuat jurnal refleksi diri (kekuatan dan kelemahan) akademik setiap siswa, hobi dan kegiatan favorit, serta nilai-nilai yang penting bagi mereka. Selain itu, mereka mengerjakan tes minat bakat. Kegiatan selanjutnya mereka secara berkelompok mendiskusikan cita-cita mereka di masa depan.
Hari kedua diisi dengan kegiatan pengenalan sekolah SMA maupun SMK baik negeri maupun swasta. Setelah itu, mereka disuruh membandingkan 3 sekolah pilihan dengan membuat tabel perbandingan sekolah. Perbandingan tersebut meliputi : kurikulum, jalur masuk, kelebihan, kekurangan, peluang kuliah, peluang kerja, informasi biaya sekolah, serta strategi memilih sekolah sesuai kemampuan keluarga.



Hari ketiga merupakan salah satu kegiatan yang menarik dalam kegiatan kokurikuler tersebut karena didatangkan beberapa alumni inspiratif, dan praktisi dari berbagai bidang profesi. Para pembicara tersebut adalah Bapak Kopka Agus Putranto (TNI), Ibu Eka Nandyta Hapsari (dokter), Ibu Ozzie Carolie (pengusaha), Novita dan Renatha (alumni SMK Strada Budi Luhur). Mereka membagikan kisah perjalanan hidup, tantangan dunia kerja modern, hingga keterampilan digital yang wajib dikuasai oleh generasi muda saat ini. Para siswa tampak sangat antusias mendengarkan kiat-kiat sukses dan trik bagaimana menjaga konsistensi dalam mengejar mimpi sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Selain itu, mereka banyak mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Suasana semakin meriah karena para siswa mengenakan pakaian khas dari profesi impian mereka, mulai dari dokter, arsitek, pelaut, jaksa, hingga pengusaha. Menurut Nadine (IXE), ia sangat berkesan dengan kegiatan kokurikuler karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai cita-cita di masa depan, apalagi para siswa dapat bertanya jawab langsung dengan para narasumber dari berbagai profesi.


Memasuki hari keempat, para siswa diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan vision board atau papan impian. Dalam sesi kreatif ini, setiap siswa diminta untuk menggambarkan, menuliskan, dan menempelkan visualisasi dari profesi impian serta target hidup mereka dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih kemampuan berpikir strategis siswa dalam merencanakan langkah-langkah konkret yang harus diambil demi mencapai target tersebut.
Hari kelima, para siswa disuruh mempresentasikan vision board atau papan impian yang mereka buat baik secara kelompok maupun individu. Dengan percaya diri mereka mempresentasikan rancangan masa depan mereka di hadapan guru pendamping dan rekan-rekan sekelas. Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) serta membangun rasa percaya diri yang tinggi pada diri siswa. (SS, CN)
Ingin mengetahui lebih banyak informasi dan kegiatan menarik lainnya dari sekolah kami? Jelajahi juga artikel-artikel berikut untuk mendapatkan informasi, inspirasi, dan cerita menarik lainnya. https://bhaktiwiyata.smpstrada.sch.id/2026/10/14/smp-strada-bhakti-wiyata-sukses-menyelenggarakan-asesmen-sumatif-tengah-semester-asts-ganjil-secara-tertib-dan-kondusif/
Selamat membaca!
Recent Comments