SMP Strada Bhakti Wiyata kembali menggelar kegiatan kokurikuler yang berfokus pada pembentukan karakter dan kemandirian peserta didik. Kali ini, kegiatan yang diikuti khusus oleh siswa-siswi kelas VIII mengusung tema  “Kewirausahaan” dengan proyek Market Day Mini. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dari tanggal 14 – 18 September 2026.

Kegiatan kokurikuler bertema Kewirausahaan dengan proyek “Market Day Mini” dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam mengelola sebuah usaha dari tahap perencanaan hingga evaluasi keuangan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab finansial.

Hari pertama kegiatan kokurikuler diisi dengan pemahaman terkait wira usaha dan merancang ide. Para siswa dibekali materi Dasar-Dasar Kewirausahaan dan Etika Bisnis, dengan narasumber beberapa siswa SMK Strada Budi Luhur. Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah. Selanjutnya para siswa dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 siswa. Setiap kelompok diberi modal Rp 200.000,00 dari sekolah.

Hari kedua diisi dengan kegiatan dinamika merancang produk dan presentasi. Setiap kelompok mendiskusikan pembuatan/persiapan produk jualan dan pengemasan (packaging), membuat media promosi (poster/flyer digital/cetak). Selain itu, mereka mendiskusikan penghitungan  modal , biaya produksi, harga jual serta menyusun proposal bisnis ringkas. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dipandu para pendamping/fasilitator.

Hari ketiga dan keempat diisi dengan kegiatan menjual produk per kelompok di kelas masing-masing. Produk jualan mereka bermacam-macam, baik makanan maupun minuman. Ada yang berjualan makanan seperti sempol ayam, udang keju, pisang coklat, sosis gulung mi, mochi, cimol, mac and cheese, dan lain-lain. Minuman yang mereka jual antara lain teh tarik ,es jeruk, es kelapa, es lumpur, dissert susu, cappuccino, yakult soda, dan masih banyak lagi.  Keceriaan serta keseruan terpancar dari wajah mereka. Beberapa siswa dengan percaya diri menawarkan produk makanan dan minuman pada kakak kelas, para guru serta karyawan sekolah. Menurut Chevon (VIII D), ia senang mengikuti kegiatan kokurikuler karena ia dapat belajar berjualan, mulai dari perencanaan hingga pemasaran.

Hari kelima/hari terakhir,  kegiatan kokurikuler diisi dengan penghitungan hasil, pembuatan  laporan penjualan, pengembalian modal ke sekolah, penghitungan total omzet, laba/rugi bersih, dan keuntungan. Selain itu, menyusun laporan usaha tertulis dan  refleksi pembelajaran kelompok.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, para siswa diajak untuk belajar proses bisnis dari tahap paling dasar. Mereka tidak hanya dituntut membuat produk yang menarik, tetapi juga harus menghitung modal, menentukan harga jual, serta mengatur strategi pemasaran secara sederhana. Pengalaman langsung ini membantu mereka memahami nilai kerja keras, ketekunan, dan kerja sama tim dalam mencari keuntungan yang jujur.

Pihak sekolah menyatakan bahwa penanaman jiwa wirausaha sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama sangat penting untuk melatih kreativitas dan problem solving anak-anak. Dengan terjun langsung dalam simulasi pasar kecil di sekolah, mental keberanian berbicara dan rasa percaya diri siswa ikut terasah dengan baik. Mereka belajar bagaimana merespon pembeli dan mengelola uang hasil penjualan mereka sendiri.

Pihak sekolah berharap, semangat kewirausahaan yang tumbuh pada kegiatan kokurikuler di SMP Strada Bhakti Wiyata ini dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus berinovatif, mandiri, dan berkarakter kuat di masa depan. (SS,CN)

Ingin mengetahui lebih banyak informasi dan kegiatan menarik lainnya dari sekolah kami? Jelajahi juga artikel-artikel berikut untuk mendapatkan informasi, inspirasi, dan cerita menarik lainnya.https://bhaktiwiyata.smpstrada.sch.id/2026/10/14/smp-strada-bhakti-wiyata-sukses-gelar-kegiatan-kokurikuler-kelas-ix-bertema-aku-di-masa-depan/

Selamat membaca!

Sebarkan artikel ini