Siswa-siswi kelas 9 SMP Strada Bhakti Wiyata mengikuti kegiatan rekoleksi di Civita Youth Camp dan studi lapangan ke Museum Satria Mandala pada hari Jumat, 14 Februari 2025. Rombongan berangkat menggunakan tiga bus, berangkat dari sekolah pukul 05.40 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk lebih mengenal diri sendiri, menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap sesama dan orang tua, serta meningkatkan kesadaran akan sejarah perjuangan bangsa.

Rombongan tiba di Civita pukul 07.45 WIB dan berkegiatan hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Rekoleksi di Civita Youth Camp diisi dengan tiga sesi yang membahas tema penting dalam kehidupan remaja. Pembimbing dalam kegiatan ini adalah Romo Agustinus Suharyadi SJ, Romo Oliver OSA, Sr. Baptista CB, Sr. Hilda CB, Sr. Evelin CB, Sr. Sri SFSC, Sr. Adriana PPYK, Sr. Yosefa PPYK, Fr. Angga OSC, Fr. Christo dan Fr. Yoris OCD.

Sesi pertama, “Bangkitlah, Kenali Dirimu,” mengajak siswa-siswi untuk lebih mengenal diri sendiri, baik kelebihan maupun kekurangan, serta memahami bahwa mereka adalah citra Allah yang memiliki tugas untuk menjaga ciptaan-Nya. Sesi ini diisi dengan kegiatan dinamika kelompok, menulis refleksi tentang mengenali diri sendiri bahwa setiap orang memiliki keunikan dan manusia merupakan citra Allah dan menyanyikan lagu “Taste and See” yang menekankan kebaikan Tuhan.

Sesi kedua, “Cinta Orang Tua Sumber Motivasi Kepedulian,” menyoroti pentingnya cinta dan pengorbanan orang tua sebagai sumber motivasi bagi anak-anaknya. Sesi ini diisi dengan menonton video pendek yang menyentuh hati tentang perjuangan seorang ayah, serta menuliskan refleksi tentang perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga, setiap orang tua berperan dalam perkembangan anaknya dan bertanggung jawab atas semua perkembangannya.

Sesi ketiga, “Cinta Allah Menginspirasi untuk Beraksi dalam Tindakan,” menekankan bahwa cinta kasih Allah dapat menjadi inspirasi bagi setiap tindakan yang kita lakukan. Sesi ini diisi dengan menonton film pendek “Broken” yang mengisahkan tentang seorang gadis yang terluka dan menemukan penyembuhan melalui cinta dan penerimaan. Selain itu, siswa-siswi juga diajak untuk berdamai dengan diri sendiri, orang tua, guru, dan teman.

Setelah rekoleksi, siswa-siswi menuliskan hal apa yang akan dilakukan dan perubahan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing pribadi. Banyak peserta yang meneteskan air mata dalam kegiatan ini. Segala rasa penyesalan, doa dan harapan dipersembahkan misa penutup yang dipimpin oleh Romo Oliver OSA.

Setelah rekoleksi, rombongan menuju Museum Satria Mandala pukul 15.00 WIB untuk studi lapangan, tiba di lokasi pada pukul 16.15 WIB dan berkegiatan hingga pukul 18.00 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Di museum ini, siswa-siswi dapat melihat berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan TNI, seperti senjata, fotoğraflar, dan diorama.

Selama kegiatan di museum, siswa-siswi mendapatkan penjelasan dari pemandu tentang berbagai jenis kendaraan perang, negara pembuat, jenis-jenis senjata, serta berbagai pemberontakan yang pernah terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Berikut ini beberapa kesan dari siswa: Frumensius, menyampaikan “Studi lapangan ini sangat menyenangkan karena bermain sambil belajar, berjalan-jalan bersama teman dengan menaiki bus, dan berkunjung ke Civita untuk mengikuti rekoleksi untuk menguatkan iman dan cinta kita terhadap keluarga, maupun orang di sekitarnya dan di museum Satria Mandala untuk mengenal sejarah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya,” ujarnya.

Kyenan Siregar dari kelas 9D, mengatakan : “Rekoleksi ini sangat mengena di hati saya dan mengajari saya berbagai hal penting seperti cara menghargai diri sendiri, menghargai keluarga dan kerja keras orang tua dan saya juga menyadari kasih Allah yang sangat besar diberikan kepada saya dan membuat saya sangat tersentuh. Apalagi saat di perjalanan sangat seru, karena tidak ada yang sibuk bermain gadget dan berkomunikasi bersama dan menyanyi bersama membuat kegiatan ini sangat-sangat menyenangkan dan seru.”.

Kegiatan rekoleksi dan studi lapangan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa-siswi kelas 9 SMP Strada Bhakti Wiyata. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman emosional yang mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa-siswi menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang diterapkan di SMP Strada Bhakti Wiyata. Sekolah berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga membentuk karakter siswa-siswi menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas. (REBL, DFA)

Sebarkan artikel ini