Kegiatan kokurikuler merupakan bagian penting dari proses pendidikan di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya melengkapi kurikulum akademis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan lain yang mungkin tidak sepenuhnya tereksplorasi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

 

Di SMP Strada Bhakti Wiyata, kegiatan kokurikuler yang pertama dilaksanakan secara serentak kelas VII, VIII, dan IX selama 5 hari yaitu tanggal 15 s.d. 19 September 2025. Kelas VII kegiatannya berupa Senam Kreasi, kelas VIII Pembuatan Kompos, dan kelas IX Aquaponik.

 

Kegiatan Senam Kreasi ini menggabungkan gerakan-gerakan senam dengan unsur seni dan kreativitas, sehingga menghasilkan penampilan yang menarik dan menyenangkan. Senam kreasi tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga melatih koordinasi, kelenturan, serta kemampuan berimajinasi para siswa.

Dalam kegiatan kokurikuler ini, siswa diajak untuk berlatih secara rutin. Latihan dimulai dengan pemanasan untuk menghindari cedera, diikuti dengan pengulangan gerakan dasar senam. Setelah itu, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi gerakan baru yang bisa mereka kreasikan sendiri atau bersama kelompok.

Selain meningkatkan kemampuan fisik dan kreativitas, senam kreasi juga menumbuhkan kedisiplinan dan kerja sama tim. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk saling mendukung dan menghargai ide-ide satu sama lain. Mereka juga berlatih untuk tampil percaya diri di depan umum. Dengan demikian, senam kreasi tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan fisik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan sosial yang penting bagi siswa.

Dalam kegiatan kokurikuler membuat kompos dimulai dengan pengenalan dasar tentang apa itu kompos dan manfaatnya bagi lingkungan. Dalam kegiatan  ini, para siswa diajak untuk memahami pentingnya kompos untuk  mengurangi limbah organik dan meningkatkan kualitas tanah. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang dampak positif penggunaan kompos dalam pertanian berkelanjutan dan konservasi lingkungan.

Setelah mendapatkan pengetahuan dasar, peserta kemudian diajarkan langkah-langkah praktis dalam membuat kompos. Proses ini melibatkan pengumpulan bahan-bahan organik terutama  daun kering yang banyak di sekitar sekolah,  kemudian ditumpuk dalam lapisan-lapisan. Para siswa juga diajarkan bagaimana menjaga kelembapan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa  tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kegiatan aquaponik tujuannya untuk memperkenalkan teknik pertanian modern. Dengan menggunakan sistem aquaponik, para siswa dapat mempelajari cara menanam sayur-sayuran dan memelihara ikan secara serentak dalam satu sistem yang saling menyokong  satu sama lain.

Tanaman yang digunakan dalam Aquaponik ini adalah kangkung, sedangkan ikannya yaitu  lele. Setiap kelompok para siswa bergantian dan bergiliran  untuk memberi makan ikan, menyiram,  dan memberi pupuk pada tanaman.

Dengan adanya program ini, sekolah berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih peka terhadap  alam sekitar dan teknologi pertanian. Dengan Aquaponik ini  bukan saja memberi ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kepada para siswa untuk terjun di bidang pertanian modern. Harapannya  kegiatan ini dapat merupakan langkah kecil menuju ke arah masa depan yang lebih hijau dan lestari. (SS, DFA)

Sebarkan artikel ini