Kitab Suci sebagai Surat Cinta Allah
Kalimat sederhana penuh makna ini diungkapkan oleh Romo Agustinus Naru SVD, sesaat setelah beliau memimpin misa pembukaan Bulan Kitan Suci Nasional 2018 bersama siswa Starda Bhakti Wiyata Kranji, Rabu, 5 September 2018 di Gereja Santo Mikael Kranji. Misa dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh semua siswa Strada Bhakti Wiyata Kranji dari tingkat TK sampai SMA.

Romo Agustinus Naru SVD
Romo Agus, begitu biasa dipanggil, di dalam khotbahnya mengungkapkan tentang
manusia duniawi dan manusia rohani. Manusia duniawi adalah manusia yang tidak mengandalkan Tuhan dalam kehidupannya. Sementara itu manusiawi rohani adalah manusia yang senantiasa mengandalkan Tuhan. Dengan Kitab Suci, terutama dalam moment Bulan Kitab Suci kali ini, diharapkan peran manusia duniawi semakin berkurang diganti dengan manusia rohani, yaitu manusia yang menganggap semua rekan adalah rekan kerja Allah yang senantiasa berbakti kepada Tuhan dengan menjadi pelaksana perintah dalam Kitab Suci.
“Allah memanggil kita untuk mendengarkan Ia dan melaksanakan apa yang Ia firmankan,” ungkap pria kelahiran Fuy, Bajawa, Nusa Tenggara Timur.
Romo Agus, yang saat ini bertugas di San Andreas, Iquique, Chile, Amerika Selatan ini mengungkapkan kesan yang mendalam pada saat memimpin misa yang tertib, hikmat, dan partisipasi. Lebih lanjut, Romo Agus menjelaskan tentang tema BKSN tahun ini yaitu Bersatu dalam Terang Firman. “Tema yang sangat aktual dengan situasi Indonesia saat ini dimana bahaya desintegrasi sedang menggerogoti kita. Firman Tuhan itu mempersatukan kita karena Tuhan yang berfirman kepada kita adalah Allah yang inklusif, yang mencintai semua orang tanpa pandang bulu.”
Kitab Suci Sumber Kebenaran Hidup
Kitab Suci sebagai sumber kebenaran hidup memiliki peran dalam hidup manusia. Kita menerima Kitab Suci sebagai salah satu sumber kebenaran iman kita selain Ajaran Bapa-Bapa Gereja dan Tradisi Suci. Kita menerima Kita Suci sebagai buku iman, memuat tentang pengalaman iman orang Israel akan Allah dan para Rasul Kristus. Ia adalah surat Cinta dari “Allah untuk kita. Ia memanggil kita untuk mendengarkan Dia dan melaksanakan apa yang Ia firmankan. Karena itu Kita Suci perlu diakrabi dalam hidup kita,” ungkap pria kelahiran 28 Mei 1973 yang lalu ini.
Terkait dengan misa pembukaan BKSN, Romo Agus juga mengungkapkan apresiasinya. “Adanya Misa Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional patut diapresiasi. Menandakan bahwa sekolah tidak hanya memperhatikan kepintaran intelektual tetapi jg perkembangan spiritual, atau dalam bahasa Santo Paulus dalam suaratnya kepada jemaat di Korintus Bab 3 yang direnungkan dalam misa pembukaan BKSN yaitu memperhatikan pribadi sebagai manusia rohani, menjadi dewasa dalam Kristus. Saya salut untuk semua pihak yang terus memperhatikan hal ini.”

Siswa dan siswi SMP Strada Bhakti Wiyata mengikuti misa BKSN
Romo Agustunis Naru SVD, yang menghabiskan sebagian hidupnya dengan menimba ilmu di STFK Ledalero, Maumere, Flores ini pun memiliki semboyan hidup yang sekaligus juga semboyan tahbisan yang luar biasa yaitu “Apa yang Engkau kehendaki, terjadilah ( Lukas 1: 38).”
Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional 2018 semoga apa yang Tuhan kehendaki sungguh terjadi. (*Veronica Um Kusrini)
Selamat memasuki bulan KS nasional