SMP Strada Bhakti Wiyata mempunyai program pembelajaran rutin baik di dalam maupun di luar sekolah. Salah satu program unggulan pembelajaran luar sekolah adalah kunjungan studi wisata. Pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 sekolah kami mengadakan kegiatan studi wisata di daerah Bandung dengan tujuan lokasi antara lain Puspa Iptek Sundial Bandung, Taman Balai Kota Bandung, dan Museum Konferensi Asia Afrika. Kegiatan studi wisata ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8 serta guru pendamping.

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Puspa Iptek Sundial, merupakan wahana pendidikan sains dan teknologi yang memiliki lebih dari 180 buah alat peraga interaktif sehingga para murid dapat mencoba sendiri dan mengeksplorasi alat-alat peraga. Setelah selesai mengunjungi lokasi pertama kami langsung menuju lokasi kedua yaitu Taman Balai Kota Bandung. Kami memanfaatkan Taman Balai Kota Bandung untuk beristirahat dan melakukan foto bersama. Lokasi ketiga yang kami kunjungi adalah Museum Konferensi Asia Afrika. Banyak sekali pengetahuan yang kami dapat tentang sejarah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada tanggal 18 sampai 24 April 1955. Setelah seharian melakukan studi wisata ke tiga lokasi yang berbeda, tidak lupa kami menyempatkan untuk mampir ke suatu tempat yang penuh dengan oleh-oleh khas Bandung yaitu di Cihampelas.

Kegiatan studi wisata banyak memberikan manfaaat bagi seluruh siswa. Kegiatan ini membuat siswa dapat rekreasi sambil belajar, menambah ilmu pengetahuan, dan membuat siswa dapat bekerjasama serta bertanggung jawab antar sesama.

Berdoa sebelum berangkat ke Bandung

Bis yang sudah siap mengantar ke Bandung

Sampai di Museum Iptek disambut kakak pemandu

Diajak untuk melakukan percobaan

Mencoba berbagai alat peraga

Mau diapain nih kira-kira?

Woooosh, setelah diputar-putar kira-kira pusing ga tuh?

Gimana caranya supaya dua prisma segitiga ini disusun menjadi limas segitiga?

Taraaaaa…jadi deh limas segitiga

Yang cita-citanya arsitek harus tahu ini nih

Cermin tak hingga

Alat peraga Pythagoras

Siapa bisa menyusun?

Museum Konferensi Asia Afrika

 

 

 

Sebarkan artikel ini