Hari Peduli Sampah Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2005 tepat setelah terjadinya tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Kala itu, di Leuwigajah terdapat peristiwa naas di mana curah hujan yang tinggi serta ledakan gas metana pada tumpukan sampah hingga menyebabkan tewasnya 157 nyawa serta menghilangnya Kampung Cilimus dan Pojok karena tergulung longsoran sampah setinggi 60 meter dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Setahun setelahnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperingati 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Hari Kamis, 18 Februari 2021 lalu KLHK telah mengumumkan tema peringatan HPSN kali ini adalah “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”. Tema ini diambil dari arah positif pertumbuhan sektor industri pengolahan sampah di tengah ekonomi yang sedang resesi akibat pandemi Covid-19.

Masyarakat yang sadar dan turut berpartisipasi dalam mengelola sampah merupakan salah satu ciri untuk mewujudkan indikator smart people. Sayangnya, sampah yang bertebaran di mana-mana atau tingginya jumlah sampah yang diproduksi ibukota menandakan bahwa masih banyak perilaku masyarakat Jakarta yang harus diperbaiki untuk mencapai hal tersebut. Walaupun begitu, kita bisa memulai perubahan dari hal-hal kecil. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

  1. Membawa tas belanja
  2. Mengurangi penggunaan tissue
  3. Membawa alat makan dan botol minuman sendiri
  4. Menggunakan sedotan reusable
  5. Mendaur ulang sampah plastik
  6. Menggunakan masker kain

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani sampah. Tentunya ada berbagai cara kreatif lain yang dapat membantu mewujudkan lingkungan yang bebas sampah. Namun, yang terpenting adalah mulai merealisasikannya dari sekarang. Salam AMDG

Sebarkan artikel ini