Sebanyak 151 siswa kelas 7 SMP Strada Bhakti Wiyata, didampingi oleh 6 guru, baru saja menyelesaikan kegiatan studi lapangan yang mengesankan pada hari Jumat, 7 Februari 2025. Kegiatan ini membawa mereka menjelajahi kekayaan sejarah dan lingkungan hidup Indonesia, mulai dari zaman purba hingga kini.

Tujuan pertama mereka adalah Museum Kehutanan, di mana para siswa mendapatkan wawasan mendalam tentang sejarah museum itu sendiri, serta berbagai aspek lingkungan hidup. Mereka belajar tentang evolusi lingkungan dari zaman purba, berbagai jenis wisata lingkungan seperti taman margasatwa, sejarah hewan-hewan buas seperti macan, dan yang terpenting, bagaimana cara menjaga lingkungan hidup. “Kami sangat terkesan dengan pengetahuan yang kami dapatkan di Museum Kehutanan,” ujar salah satu siswa. “Kami jadi lebih paham betapa pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan kita.”

Di museum ini, para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dari kakak tour guide yang bersemangat, tetapi juga berkesempatan untuk membaca buku di perpustakaan, menonton film di auditorium, dan menjelajahi berbagai jenis tumbuhan di arboretum.

Setelah puas belajar di Museum Kehutanan, perjalanan dilanjutkan ke Kota Tua Jakarta. Di sana, mereka mengunjungi Museum Wayang yang menyimpan koleksi wayang dari seluruh dunia. Para siswa kembali mendapatkan penjelasan menarik dari kakak tour guide sebelum akhirnya menikmati waktu bebas untuk bermain sepeda dan berfoto di berbagai sudut Kota Tua yang bersejarah.

“Kota Tua sangat menyenangkan!” seru siswa lainnya. “Kami bisa melihat langsung bangunan-bangunan tua dan belajar tentang sejarah Jakarta.”

Sepanjang perjalanan dan di lokasi, para siswa terlihat sangat bahagia dan antusias. Mereka benar-benar menikmati kegiatan studi lapangan ini.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti studi lapangan ini,” kata Wilson, salah satu pendamping dari OMK. “Mereka bahkan tidak mau pulang karena terlalu asyik belajar di luar kelas. Mereka juga sangat senang sepanjang perjalanan. Meskipun rencana ke Monas batal, mereka tetap menikmati Kota Tua dan mendengarkan dengan baik penjelasan dari guide di Museum Wayang.”

Kegiatan studi lapangan ini menggunakan tiga armada bus dengan pendamping dari OMK di setiap bus. Rangkaian acara dimulai pukul 09.00 di Museum Kehutanan, dilanjutkan ke Kota Tua pada pukul 13.30, dan kembali ke sekolah pada pukul 16.00, tiba sekitar pukul 17.30.

Studi lapangan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan sejarah bangsa. (REBL, DFA)

Sebarkan artikel ini