Perkumpulan Strada memiliki beberapa misi. Salah satu misinya adalah misi pertama yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang unggul bagi kaum muda, agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli berkarakter, mandiri dan cinta tanah air”. Terkait hal tersebut, sekolah akan menyelenggarakan  kegiatan belajar di luar kelas untuk menambah pengetahuan serta mengembangkan karakter para siswa.

Dalam rangka mendukung salah satu misi Perkumpulan Strada khususnya misi yang pertama tersebut, para siswa kelas VII SMP Strad Bhakti Wiyata yang berjumlah 151 siswa,  mengadakan Studi Lapangan dengan mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan Museum Kehutanan. Kunjungan dilaksanakan tanggal 15 Januari 2026.

Sebelum para siswa berangkat ke lokasi menggunakan 3 bus besar dilakukan registrasi yang dilaksanakan di Aula sekitar pukul 06.30 WIB.  Sampai di Museum Kehutanan sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum mereka memasuki museum, para siswa dibagi dalam dua kelompok dan dipandu oleh 7 pemandu wisata. Para siswa sangat antusias menyimak penjelasan para pemandu wisata.

Di Museum Kehutanan, para siswa melihat berbagai koleksi edukasi tentang hutan Indonesia. Koleksi tersebut berupa diorama tipe hutan (jati, bakau, pinus, dll). Ada juga artefak pemanfaatan kayu, miniatur satwa langka yang diawetkan (harimau, owa, dll), kerajinan bambu dan kayu, alat-alat kehutanan, serta peta kuno dan produk olahan hutan seperti kertas, kapur barus, dan sutera alam. Koleksi – koleksi tersebut disajikan dalam pameran tetap di dua lantai dan di luar ruangan. Di area luar/taman berupa pohon jati raksasa yang berusia ratusan tahun di area pintu masuk. Selain itu, ada area hijau yang berisi berbagai jenis pohon yang bisa dijelajahi pengunjung.

Museum Kehutanan bertujuan mendokumentasikan, mengedukasi, dan memberikan informasi tentang hutan Indonesia. Selain itu, pengunjung bisa belajar tentang manfaat, fungsi, dan cara menjaga hutan melalui pameran di dua lantai museum. Setelah mereka berkeliling di museum sekitar 3 jam, dilanjutkan perjalanan menuju  Monas.

Di Monas para siswa melihat Museum Sejarah Nasional yang terletak di bawah tanah, berisi  51 diorama  yang menggambarkan sejarah Indonesia dari masa prasejarah hingga Orde Baru. Di Ruang Kemerdekaan yang menyimpan simbol-simbol kenegaraan dan naskah asli. Proklamasi Kemerdekaan dalam gerbang berlapis emas. Pelataran Cawan,  Pelataran Puncak, dan Lidah Api.

Menurut penuturan salah satu pendamping, para siswa merasa senang karena merupakan pengalaman baru. Biasanya mereka belajar di dalam kelas, tetapi saat itu mereka bisa belajar di luar kelas. Menurut Caitlin 7A kegiatan ini sangat menyenangkan karena sewaktu di SD belum pernah ke Museum Kehutanan. Menurut Anggita kegiatan ini menyenangkan dan berharap tahun depan dilaksanakan lagi. Menurut Alvaro kegiatan ini menyenangkan karena bisa berkumpul dengan teman satu angkatan.

Setelah kunjungan ke museum dan Monas akhirnya para siswa pulang ke sekolah. Puji Tuhan perjalanan lancar dan sampai di sekolah dengan selamat. (SS, DFA)

 

 

Sebarkan artikel ini